Nur Febrianti (Ria)
February 4th 1981  (Age 30)
Female
Indonesia
   

<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

Visit My Profile

WEB Ria

noerie04.blogdrive

nurfebrianti.wordpress

Facebook saya!

Teman Ria

GFM 36 : Sofyan : Wiwin : Firman : Agus : Rina : Erna : Buki

KAMPUS

GFM : IPB : ITB

LINKS

MAPIN : Wikantika : Jurnalistik : Cemara : Menulis : Kadarsah iklim : Klipingut : Tutorial : Games

GIS Window

SRTM : GIS Tutorial : PU Maps : Pelagis : GIS forum : Bakosurtanal : LAPAN : Map Centre : UNOSAT : glovis.usgs : glcfapp.umiacs.umd : NUS: freegis : world Atlas


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Wednesday, December 08, 2010
Berapa Dinar Yang Kita Butuhkan...?

Sebelum membahas detil kebutuhan finansial bagi pribadi dan keluarga kita, terlebih dahulu perlu dipahami adanya dua jenis kebutuhan finansial yaitu kebutuhan yang dapat diprediksi dan kebutuhan finansial yang tidak dapat diprediksi.

Kebutuhan finansial yang bisa diprediksi membutuhkan pengumpulan sejumlah dana dalam periode tertentu sehingga pada saat dibutuhkan dana tersebut tersedia. Contoh kategori ini adalah dana pergi haji, dana pendidikan anak, dana untuk pembelian rumah dan lain sejenisnya.

Kebutuhan finansial yang tidak dapat diprediksi bisa timbul kapan saja atau tidak timbul sama sekali. Dari kategori ini ada kebutuhan finansial yang bisa timbul kapan saja dan pasti terjadi, hanya waktunya yang tidak diketahui seperti kebutuhan biaya-biaya yang terkait dengan kematian anggota keluarga atau konsekwensi dari kematian anggota tersebut. Ada pula kebutuhan finansial yang bisa terjadi kapan saja tetapi mungkin juga tidak terjadi sama sekali seperti biaya-biaya yang terkait dengan risiko kesehatan, bencana alam, kecelakaan dan sejenisnya. Jenis kebutuhan finansial yang kedua ini yang pada umumnya diatasi melalui tolong menolong atau bentuk modernnya dikelola oleh Takaful atau asuransi syariah.

Selain dapat tidaknya suatu kebutuhan finansial diprediksi, kebutuhan ini juga dapat dikelompokkan menjadi kebutuhan kebutuhan tunai dan kebutuhan pendapatan sebagai berikut :

KEBUTUHAN TUNAI

Dana Pendidikan

Dana Darurat

Dana Pelunasan Hutang

Dana Penyelesaian Warisan

KEBUTUHAN PENDAPATAN

Kebutuhan Esensial Makanan

Pakaian

Perumahan

Perawatan Rumah

Transportasi

Bahan Bakar

Perawatan Kesehatan

……

Kebutuhan Tidak Esensial

Perayaan Ulang Tahun

Liburan

Peralatan Olah Raga

Baju Pesta

Kwalitas Makanan

Sekarang kita coba menghitung kebutuhan Dinar untuk kelompok pertama yaitu Kebutuhan Tunai.

Untuk mudahnya dipahami, saya menggunakan contoh keluarga imaginer - katakanlah keluarga Abdullah dengan profil sebagai berikut :

Di Keluarga Abdullah, saat ini hanya Pak Abdullah yang bekerja. Usia Pak. Abdullah saat ini adalah 44 tahun dan merencanakan 'pensiun' dari pekerjaan sekarang dalam 11 tahun kedepan atau pada usia 55 tahun. Pak Abdullah memiliki tiga orang putra yang saat ini masing-masing berusia 18 tahun, 14 tahun dan 8 tahun. Pak Abdullah ingin anaknya semua dapat menyelesaikan perguruan tingi. Selain dari pada itu beliau juga ingin keluarganya tetap mandiri dan tidak menjadi beban orang lain sampai akhir usia Bapak dan Ibu Abdullah yang berdasarkan statistik harapan hidup rata-rata di Indonesia bisa mencapai 70 tahun. Sebagai muslim yang taat, sementara mengusahakan kehidupan di dunia yang mandiri, keluarga Abdullah tidak ingin kehilangan kesempatan beramal semaksimal mungkin. Oleh karenanya keluarga Abdullah ingin terus meningkatkan Sedeqah-nya sehingga mencapai 1/3 dari penghasilannya sampai akhir hayatnya. Karena didorong oleh keinginanya untuk meng-akhiri usianya dengan usia dan amal terbaik, maka beberapa tahun terakhir keluarga Abdullah telah merintis usaha untuk skala rumah tangga. Pak Abdullah juga merencanakan pergi haji berdua dengan istri dua tahun dari sekarang.

Untuk menyederhanakan pendekatan kebutuhan Dinar keluarga Abdullah, langkah pertama yang dibutuhkan untuk perencanaan finansial adalah dibuatnya kerangka waktu atau time frame.

Perencanaan finansial akan selalu perlu time frame agar bisa tahu kapan dana tunai dan dana pendapatan dibutuhkan. Berdasarkan uraian diatas, maka secara garis besar kerangka waktu perencanaan finansial keluarga Abdullah dapat digambarkan dalam illustrasi berikut:

Dari ilustrasi tersebut kita sudah bisa memetakan beberapa kebutuhan tunai dan kapan dibutuhkan.

Karena Dinar tidak terpengaruh oleh inflasi, maka hal ini memudahkan kita dalam membuat rencana jangka panjang.

Misalnya kita tahu bahwa saat ini masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia perlu sekitar Rp 50 juta - maka anggaran 50 Dinar- pastilah cukup. kalau 50 Dinar cukup untuk masuk perguruan tinggi sekarang, insyaallah pada saat anak ke 2 Pak Abdullah yang akan masuk perguruan tinggi dua tahun lagi juga akan cukup dianggarkan 50 Dinar. Demikian pula anaknya yang ketiga yang akan masuk perguruan tinggi 9 tahun yang akan datang.

Biaya pergi haji juga demikian. Untuk tahun ini biaya ONH biasa termasuk uang saku 30 Dinar cukup - maka dua tahun lagi dengan jumlah Dinar yang sama insyaallah juga akan cukup. Untuk pergi haji berdua Pak Abdullah hanya akan membutuhkan dana 60 Dinar.

Apabila Pak Abdullah juga membutuhkan dana darurat untuk jaga-jaga biaya sakit dlsb. misalnya 50 Dinar,

maka kebutuhan tunai Pak Abdullah yang perlu direncanakan pengadaannya adalah 50+2x30+50+50 atau 210 Dinar, 160 Dinar dibutuhkan dalam jangka pendek (2 tahun) dan sisanya masih 9 tahun lagi.

http://geraidinar.com

mari kita hitung berapa kebutuhan kita akan dinar ??? Ayo hitung...hitung...hitung


Posted at 11:48 am by Nur Febrianti (Ria)
Make a comment  

Saturday, December 04, 2010
Kenapa DINAR Emas

setelah mencoba berbagai investasi dengan resiko se kecil mungkin (tabungan/Deposito dan perhiasan emas). setelah jatuh bangun karena tabungan/deposito akhirnya di tarik terus.........sampai habis (karena tidak terasa mengelurkannya) sedangkan perhiasan emas kalau tidak terpakai termasuk barang timbunan (kan sayang juga). Setelah baca-baca berbagai literature n tulisan orang, akhirnya kini beralih ke Dinar emas.

dinar emas!!! bukan mata uang dinar Irak loh !!!!!!

mata uang dinar irak seperti halnya mata uang lainnya rupiah, dolar, ringgit dll yang terbuat dari kertas bukan dari emas.

Pengetahuan dasar seputar DINAR EMAS yang perlu kita ketahui adalah:

- 1 koin dinar = 4,25 gram emas

- dinar emas ada 2 jenis : dinar 24 karat atau dinar 22 karat. berdasarkan syariat islam sebaiknya menggunakan dinar 22 karat saja karena perhitungan nisab yg di gunakan yaitu dari dinar 22 karat, dimana nisab jatuh bila memiliki 20 dinar yaitu sebesar 1 dinar. maka untuk mempermudah perhitungan saya memilih dinar emas 22 karat.

- dinar emas di indonesia di keluarkan oleh PT ANTAM, memiliki sertifikat. Oleh karena itu jangan membeli dinar emas tanpa sertifikat karena dapat diragukan ke absahannya.

-dinar dapat diperjual belikan dan di gadaikan seperti halnya emas pada umumnya. (baca kelebihan dinar di Investasi Perhiasan, Investasi Koin Dinar atau Emas Lantakan?)

dinar sebagai investasi jangka panjang yang sangat baik untuk itu kita pun perlu mengetahui berapa banyak dinar yang kita butuhkan dan bagai mana mengelola investasi ini agar menjadi investasi aktif bukan pasif.

BERSAMBUNG


Posted at 11:47 am by Nur Febrianti (Ria)
Make a comment  

Thursday, December 02, 2010
Investasi Perhiasan, Investasi Koin Dinar atau Emas Lantakan?

Nah sekarang sama-sama investasi emas, mana yang kita pilih? Koin Emas, Emas Lantakan atau Perhiasan? Disini saya berikan perbandingannya saja yang semoga objektif sehingga pembaca bisa memilih sendiri – agar keputusan Anda tidak terpengaruh oleh pendapat saya – karena kalau pendapat saya tentu ke Dinar karena inilah yang saya masyarakatkan.

Kelebihan Dinar:

Memiliki sifat unit account; mudah dijumlahkan dan dibagi. Kalau kita punya 100 Dinar – hari ini mau kita pakai 5 Dinar maka tinggal dilepas yang 5 Dinar dan di simpan yang 95 Dinar. Sangat liquid untuk diperjual belikan karena kemudahan dibagi dan dijumlahkan di atas.

Memiliki nilai da'wah tinggi karena sosialisasi Dinar akan mendorong sosialisasi syariat Islam itu sendiri. Nishab Zakat misalnya ditentukan dengan Dinar atau Dirham - umat akan sulit menghitung zakat dengan benar apabila tidak mengetahui Dinar dan Dirham ini.

Nilai Jual kembali tinggi, mengikuti perkembangan harga emas internasional; hanya dengan dikurangkan biaya administrasi dan penjualan sekitar 4% dari harga pasar. Jadi kalau sepanjang tahun lalu Dinar mengalami kenaikan 31 %, maka setelah dipotong biaya 4% tersebut hasil investasi kita masih sekitar 27%. Mudah diperjual belikan sesama pengguna karena tidak ada kendala model dan ukuran.

Kelemahan Dinar:

Di Indonesia masih dianggap perhiasan, penjual terkena PPN 10% (Sesuai KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83/KMK.03/2002 bisa diperhitungkan secara netto antara pajak keluaran dan pajak masukan toko emas maka yang harus dibayar 'toko emas' penjual Dinar adalah 2%).

Ongkos cetak masih relatif tinggi yaitu berkisar antara 3% – 5 % dari nilai barang tergantung dari jumlah pesanan.

Kelebihan Emas Lantakan:

1. Tidak terkena PPN.

2. Apabila yang kita beli dalam unit 1 kiloan – tidak terkena biaya cetak.

3. Nilai jual kembali tinggi.

Kelemahan Emas Lantakan:

Tidak fleksibel; kalau kita simpan emas 1 kg, kemudian kita butuhkan 10 gram emas untuk keperluan tunai – tidak mudah untuk dipotong. Artinya harus dijual dahulu yang 1 kg, digunakan sebagian tunai – sebagian dibelikan lagi dalam unit yang lebih kecil – maka akan ada kehilangan biaya penjualan/adiminstrasi yang beberapa kali.

Kalau yang kita simpan unit kecil seperti unit 1 gram, 5 gram, 10 gram – maka biaya cetaknya akan cukup tinggi.

Tidak mudah diperjual belikan sesama pengguna karena adanya kendala ukuran. Pengguna yang butuh 100 gram, dia tidak akan tertarik membeli dari pengguna lain yang mempunyai kumpulan 10 gram-an. Pengguna yang akan menjual 100 gram tidak bisa menjual ke dua orang yang masing-masing butuh 50 gram dst.

Kelebihan Emas Perhiasan:

Selain untuk investasi, dapat digunakan untuk keperluan lain – dipakai sebagai perhiasan.

Kelemahan Emas Perhiasan:

Biaya produksi tinggi.

1. Terkena PPN.

2. Tidak mudah diperjual belikan sesama pengguna karena kendala model dan ukuran.

Dari perbandingan-perbandingan tersebut, kita bisa memilih sendiri bentuk investasi emas yang mana yang paling tepat untuk kita. Wallahu A'lam.

Sumber: DinarIslam.com


Posted at 08:43 am by Nur Febrianti (Ria)
Make a comment  

Wednesday, December 01, 2010


EMAS VS DEPOSITO

Pengamat pasar uang Currency Management Group Farial Anwar (15/12/2008) mengatakan perlu memilih investasi yang visible, langkah yang tepat berinvestasi ditengah krisis keuangan global dengan memegang deposito dan membeli emas. Untuk deposito sendiri, dirinya mengingatkan agar investor juga harus perhatikan siapa di balik bank tersebut, berapa tingkat kredit bermasalahnya (nonperforming loan/NPL) dan kinerjanya. Sedangkan untuk investasi emas, karena nilainya yang diperkirakan stabil dan tidak terlalu rendah. "Kalau berharap emas naik lagi tidak mungkin, karena saat ini harganya sudah paling atas sekitar 1.125 US$/Oz," jelasnya. Pada kenyataannya saat ini emas terus meningkat hari ini emas mencapai 1,400.25 US$/Oz (8/12/2010).

Karakteristik emas sbg instrumen investasi :

- harga relatif selalu naik (jarang banget turun) sehingga dijual dalam jangka panjang sangat menguntungkan (biasanya mengalahkan tingkat inflasi)

- lebih cocok untuk jangka panjang karena biasanya harga emas Anda sudah naik jauh dibanding ketika Anda membelinya

- lebih baik dalam bentuk batangan daripada perhiasanan, karena kalo dijual, yang dihargai hanya harga emasnya, sedangkan bentuk atau desainnya tidak dihargai

- kekurangannya, tidak terlalu likuid.

- Dalam jumlah banyak, cukup merepotkan karena harus menyediakan tempat untuk penyimpanannya (deposit box bisa dijadikan pilihan, but tetap aja kena biaya bukan?)

Deposito/Tabungan

- Sangat likuid, gampang ditarik jika dibutuhkan

- suku bunganya tidak mampu melawan tingkat inflasi, sehingga menurut saya tidak cocok sebagai intrument investasi

- cocok untuk jangka pendek

- biasanya hanya digunakan untuk kelancaran cash flow sehari-hari

So, jika tujuannya jangka panjang, emas lebih cocok. Tapi kalo buat cash flow sehari-hari dan gampang ngabilnya kalo butuh, maka deposito/tabungan lah yang jadi pilihannya.


Posted at 09:12 am by Nur Febrianti (Ria)
Make a comment  

Tuesday, December 08, 2009


Software Gelombang Gratis

Setahun ini lagi proyek ngerjain kerentanan pantai, al hasil aku bergelut dengan data altimeter dan pasut (pasang surut).
Karena mau melakukan survei lapangan... al hasil untuk memperkirakan kapan nih waktu yang tepat untuk melakukan pengukuran.

setelah ngobrak ngabrik google eh malah dapat software tide :D
dapetnya juga dari forum mancing maniak. hehehe kok jadi ke forum ini Shocked setelah ku baca2 ternyata mereka kan emang butuh informasi kapan waktu yang tepat buat mancing.

Tapi hasil keluaran software tide ini cukup baik loh. selain bisa ngeluarin time seris data ada grafiknya juga. penggunaannya yang sipel mempermudah bagi penggunanya.

Setelah kupikir2 dari pada suatu saat butuh atau ada teman2 yang butuh mengapa tidak ku bagi2 aja. Angel

software gratis downloads


tideOLD.exe

tide_su.exe



Posted at 09:01 am by Nur Febrianti (Ria)
Make a comment  

Next Page